Jejaring Sosial & EURO 2012
Big Bang siap tampil di Indonesia
Salah satu boyband asal Korea, Big Bang memastikan
Indonesia sebagai salah satu negara yang akan mereka kunjungi dalam
rangkaian tur dunianya. Rencananya, konser akan digelar pada tanggal 13 Oktober 2012 mendatang. Kepastian tersebut didapat dari akun facebook resmi mereka.
“New tour dates have just been confirmed In Jakarta, Indonesia,” tulis Big Bang.
Dalam situs jejaring sosial tersebut juga disebutkan konser Big Bang di Indonesia akan diadakan di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta. Jika benar konser diselenggarakan di MEIS, maka itu artinya Big Bang siap menyapa 9000 VIP, sebutan untuk penggemar Big Bang, di Indonesia.
Meskipun sudah merilis tanggal dan lokasi, Big Bang belum menjelaskan promotor yang terlibat. Beredar kabar, Big Daddy yang batal membawa Lady Gaga ke Indonesia adalah promotor yang akan menangani konser Big Bang di Indonesia.
Sejak pertengahan bulan Mei ini, Big Bang yang memiliki hits berjudul ‘Love Dust’ itu memang telah merilis sejumlah negara yang akan mereka kunjungi dalam tur dunianya yang bertajuk ‘Alive Tour 2012’. Tak hanya di kawasan Asia, Big Bang juga akan menyinggahi beberapa negara di kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan dan Eropa. Total mereka akan menggelar konsernya di 25 kota dan 16 negara.
Anda adalah VIP? Bersiaplah menyambut kedatangan Big Bang di Indonesia!
Profil Stadion Pembukaan Euro 2012
Stadion Nasional atau dalam bahasa aslinya Stadion Narodowy.
Inilah stadion kebanggaan masyarakat Polandia yang akan menjadi saksi
pembukaan pesta sepak bola terakbar negara-negara Eropa, Piala Eropa
2012.
WaoooouuuStadion Nasional yang terletak di Warsawa, Ibu Kota Polandia, bakal menjadi tonggak sejarah perhelatan Piala Eropa 2012. Untuk pertama kalinya peluit panjang tanda dimulainya perhelatan ditiupkan di stadion tersebut. Sebagai kehormatan, tim nasional (timnas) Polandia didaulat membuka hajatan melawan kampiun 2004 Yunani. Bicara Stadion Narodowy tak elok rasanya kalau tidak membicarakan latar belakang sejarah yang mengiringi perkembangannya.
Sebenarnya di lokasi ini dulu sudah ada stadion sepak bola, namanya Stadion Dziesiciolecia atau sering disingkat Stadion XLecia (”10th Anniversary Stadium”) yang berdiri pada tahun 1955. Berbagai pertandingan olahraga besar sempat diadakan di sini. Namun, sejak tahun 1983, stadion tersebut tidak lagi dipakai sebagai tempat pertandingan dan menjadi terbengkalai, tidak ada upaya untuk memperbaikinya karena biayanya dianggap terlalu besar dan tidak profitable.
Lima tahun kemudian (tahun 1989), area stadion disewakan sebagai area pasar rakyat terbesar di Eropa Tengah dan Timur di mana ada lebih dari 5.000 pedagang yang berjualan di sini. Nama resminya pasar ”Jarmark Europa” dan dikelola oleh perusahaan dagang Damis. Tapi, itu cerita soal ”Jarmark Europa” kini telah paripurna setelah pada 2007, Pemerintah Warsawa mengambil keputusan untuk membangun Stadion Nasional di lokasi ini sehingga pasar pun digusur ke tempat lain, tepatnya pindah ke Marywilska 44 yang terletak di pinggir Warsawa.
Di tempat yang sama, kini telah berdiri megah Stadion Narodowy yang baru setelah mengalami rekonstruksi. Pembangunan kembali Stadion Narodowy dimulai pada 17 Februari 2010 dan dibuka secara resmi untuk umum pada 24 Juni 2011. Banyak yang berubah setelah pembangunan dilakukan.Yang pasti, Stadion Narodowy menjadi megah dan terbesar di Polandia. Stadion ini pun dilengkapi teknologi modern. Salah satunya movable roof atau atap yang bisa bergeser.
Untuk fasilitas, statistik yang ada mungkin akan membuat kagum. Terdapat 58.000 tempat duduk di tribune, 965 toilet dan 1.758 tempat parkir.Yang lebih mengagumkan lagi adalah ketersediaan 110 tempat duduk untuk penyandang cacat. Berdiri di area seluas 18 ha, dengan luas bangunan 204.0000 m2 dan tinggi atap 112 meter. Pembangunan stadion menguras dana mencapai 1.569 juta PLN (sekitar Rp5 triliun).
sumber : www.seputar-indonesia.com
Konser Suara Lainnya (Peterpan)
Peterpan belum habis. Meskipun sang vokalis, Ariel mendekam di penjara karena kasus video mesum, tak menghalangi kreativitas bermusiknya. Mereka meluncurkan album bertajuk "Suara Lainnya" yang berisi 11 lagu yang dapat menjadi penawar rasa rindu untuk sahabat Peterpan.
Band: Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David (add vokal: Momo Geisha)
Produksi: Musica Studios
Tracklist Album "Suara lainnya":
- Di Atas Normal - 3:22
- Cobalah Mengerti - 5:11
- Kota Mati - 4:52
- Sahabat - 3:58
- Walau Habis Terang - 4:12
- Di belakangku - 3:43
- Melawan Dunia - 4:47
- Langit Tak Mendengar - 4:11
- Taman Langit - 4:16
- Bintang Di Surga 3:49
- Dara 3:16
Konser khusus bertajuk "Tanpa Nama" akan digelar untuk menandai diluncurkannya album tersebut. Rencananya, konser itu dijadwalkan pada 29 Mei 2012, di The Hall, Senayan City, Jakarta. Sejumlah penyanyi dan musisi terlibat dalam konser itu, di antaranya Momo Geisha, Idris Sardi, Hendri Lamiri, dan Karinding Attack.
"Kita coba menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Di kala kasus Ariel terjadi banyak spekulasi yang bilang Peterpan habis. Kita enggak mencari jalur pengganti Ariel. Bagaimanapun kita adalah keluarga, kita enggak bisa dipisahkan dengan kejadian kemarin," ucap Uki, sang gitaris, Rabu, (23/5/2012), di Epicentrum, Jakarta.
Yang membuat konser itu berbeda dari lainnya mereka mengusung konsep musik instrumental. Menurut Uki, hal itu awalnya dianggap sebagai lelucon. Namun, ia dan kawan-kawannya sepakat untuk membuat perbedaan dengan cara tersebut.
Ariel tetap memberikan berkontribusi dalam pembuatan album dan penyelenggaraan konser tersebut, meskipun masih menjalani sisa hukuman di penjara "Dalam pembuatan konser ini Ariel terlibat. Kalau lagi di sana (penjara) kita kumpul berlima kita diskusi. Meskipun secara real Ariel tidak terlibat di sini, tapi secara ide kita tetap utuh berlima," terangnya.
Dalam konser nantinya Peterpan juga tampil dalam format band lengkap. Mereka seolah-olah bermain band berlima dengan teknologi multi media yang menjadi andalan untuk merealisasikan konsep tersebut.
sumber : Tribunnews
BBM = SBY Untung Rakyat Buntung
Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.
Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib!
Pendidikan Indonesia di Peruntukan Pada Siapa ?
Bagi suatu negara, pendidikan menjadi salah satu kendaraan yang dapat mengantarkan rakyatnya menuju bangsa yang kuat di berbagai lini kehidupan. Pada saat yang sama, pendidikan juga menjadi ruang ilmiah tempat mencari solusi sekaligus penemu solusi atas penyakit-penyakit sosial, misalnya kekerasan, terutama di negara yang didominasi warga yang terbelakang secara ekonomi, karena bagaimanapun, kemakmuran (baca: ekonomi) adalah satu di antara beberapa alasan terjadi atau tidaknya penyakit-penyakit itu.
Menyadari besarnya peran pendidikan untuk memperkuat daya saing bangsa, negara-negara di dunia tak tanggung-tanggung dalam menyediakan pengganggaran demi penyelenggaraan dan sistem edukasi yang lebih baik, entah itu negara maju atau berkembang.
Pemerintah RI menganggarkan 20 persen budget dari APBN dan APBD untuk penyelenggaraan pendidikan termasuk untuk gaji guru, dana alokasi pendidikan di luar gaji, tunjangan gaji guru dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bila dihitung-hitung, dari 20 persen anggaran pendidikan itu, 80 persen terpakai untuk untuk gaji, tunjangan, dan alokasi tersebut.
Tengoklah tetangga kita Malaysia. Sebagai perbandingan, di negara yang jumlah penduduknya delapan kali lebih kecil dibanding penduduk Indonesia itu, jumlah anggaran pendidikannya (data tahun 2010) mencapai 25,52 miliar ringgit atau sekitar Rp75 triliun. Ini tidak termasuk gaji guru. Besaran muatan itu tentu saja adalah bukti bahwa urusan pendidikan bukanlah anak tiri dan main-main dalam rumah tangga negara. Namun, halnya akan beda jika kita membicarakan rumah tangga Ibu Pertiwi.
Persoalan pendidikan di negeri ini bukanlah persoalan "kemarin sore". Lihat saja, penelantarananak usia sekolah, biaya pendidikan yang ogah memihak siswa tak mampu, dan kasus putus sekolah belum mendapat prioritas penyelesaian bahkan menjelang usia 67 tahun indonesia merdeka.
Puluhan triliun rupiah dialokasikan tiap tahun anggaran namun kualitas yang membanggakan tak kunjung diperoleh. Pula, anggaran itu senyatanya kurang mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak dari kalangan akar rumput.
Pendidikan yang mahal memaksa mereka lebih memilih "bersekolah" di belantara jalan raya. Yang lebih menyedihkan, pembangunan dan pemberian fasilitas bagi wakil rakyat yang seharusnya memikirkan nasib orang kecil digencarkan saat bangunan sekolah bocor dan roboh di mana-mana sehingga para siswa harus mengalah belajar di tempat yang tak layak.
Yang ada, pemerintah justru menggalakkan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang pada hakikatnya justru mengabaikan wawasan kebangsaan dan menguntungkan asing. Sebentuk diskriminasi ini sangat bertentangan dengan amanat UUD 1945 pasal 31 ayat 2. Alhasil jurang yang memisahkan para siswa kaya dan miskin kian lebar.
Kualitas Guru
Imbas dari perlakuan yang cenderung abai atas nasib pendidikan juga menyapu para tenaga pendidik. Dari 2,92 juta guru, hanya 51,31 persen atau 1,5 juta yang berpendidikan minimal S1, selebihnya belum berpendidikan S1.
Selain jenjang pendidikan yang belum memadai, kompetensi guru juga masih bermasalah. Saat dilakukan tes terhadap guru semua bidang studi, rata-rata tak sampai 50 persen soal yang bisa dikerjakan. Tidak ada guru yang meraih nilai 80, bahkan ada guru yang meraih nilai terendah, 1.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), pemerintah mengakui memang tidak pernah menyelenggarakn pelatihan dan pendidikan yang seharusnya secara periodik diadakan demi meningkatkan kompetensi guru.
Hal lain, tenaga pendidik di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini tak lepas dari komoditi politik para penggila kekuasaan. Jumlah 2,92 juta kepala itu dipandang sebagai kekuatan politik yang besar. Karena itu, dalam kebijakan soal guru, kepentingan politik bermain yang ujung-ujungnya demi mendongkrak citra "penggede" di pusat dan daerah serta partai politik di DPR.
Mantan anggota komisi X DPR, Heri Akhmadi mengatakan, sebagian anggaran pendidikan tersedot untuk gaji dan tunjangan guru. Di tahun 2011, tercatat sekitar 56 persen anggaran pendidikan nasional untuk gaji dan tunjangan guru. Yang dititikberatkan adalah kesejahteraan mereka, sementara kualitas mereka tertinggal. (Kompas 7 Maret 2012)
Belukaran pola pikir yang sebagian besar dianut dalam psikologi pengguruan kita adalah dijadikannya profesi guru sebagai mata pencaharian sehingga banyak dibidik keluaran pendidikan tinggi secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan kualitas personal. Ini kemudian membuat pola pikir kewajiban mendidik telah teredusir ke wilayah strategi bertahan hidup. Tendensi ini semakin menjadi-jadi usai pemerintah menetapkan kebijakan tunjangan sertifikasi bagi para guru. Itulah mengapa penulis berani mengatakan ruh mendidik "dari hati" belum dianut oleh semua pahlawan tanpa tanda jasa negeri ini.
Bilamana di runut hingga ke akar masalahnya, Anda kemungkinan akan sepakat dengan saya bahwa pola pikir seperti itu berasal dan berawal dari sistem pendidikan yang membimbing siswa menjadi orang-orang pragmatis.
Namun, tulisan ini tidak bermaksud menyerang dan meyalahkan tenaga pendidik karena kualitas mereka yang masih rendah. Tapi sebaliknya guru mesti tersadarkan sebab bagaimanapun kualitas mereka menentukan mutu siswa yang mereka didik.
Seputar Sistem
"Mengajari anak-anak berhitung memang bagus, tapi yang terbaik adalah mengajari mereka apa yang perlu diperhitungkan". Ungkapan Bob Talbert menyadarkan kita betapa tidak efektifnya sistem pendidikan kolonial yang dianut selama ini. Sistem semestinya mengajarkan siswa bagaimana cara berpikir yang baik dan benar, bukan mengajarkan mereka untuk mendapat skor penuh.
Pada setting pendidikan formal, apapun jenjangnya, kualitas sang murid manifes dengan pemaknaan yang keliru. Mengapa keliru? Kualitas keterdidikan seorang siswa harus diukur dengan angka (indeks). Dengan begitu, sang murid akan bersikap dan mengambil tindakan apa saja boleh guna menyesuaikan diri dengan indeks itu.
Yang lebih parah lagi, anak pintar selalu terasosiasi dengan mereka yang meraih angka penuh pada setiap mata pelajaran yang diajarkan. Maka praktis seorang siswa akan terus merasa butuh untuk angka penuh itu.
Mentalitas seperti ini tiap tahun selalu memakan korban saat Ujian Nasional (UN) diselenggarakan. Kecurangan demi kecurangan dijadikan solusi untuk mencapai target indeks yang dipatok. Para siswa menjadi korban pengajaran yang mementingkan kuantitas (nilai) daripada kualitas (mutu humanitas). Seperti halnya SBI dan RSBI terhadap pasal 31 ayat 1 UUD 1945, sistem yang enggan memihak kualitas murid berseberangan dengan tujuan pencerdasan kehidupan bangsa.
Jangan heran bila di negeri ini banyak koruptor yang pada dasarnya adalah manusia yang pandai bermain-main angka. Pendidikan yang menuhankan tingginya capaian indeksikal hanya melahirkan manusia-manusia yang mengukur kesuksesan mereka dengan uang dan kekuasaan. Mereka tiba-tiba buta saat diperhadapkan pada ketimpangan-ketimpangan sosial. Alih-alih mencari solusi, mereka justru saling lempar tanggung jawab lalu mencari alasan untuk membenarkan diri.
Akhirnya, kita mesti mengajukan pertanyaan yang paling tidak kita sendiri yang menjawabnya. Pendidikan di negeri ini sebenarnya untuk siapa? Apakah untuk para penggila kekuasaan, untuk para lulusan pendidikan tinggi yang mengejar penghasilan, ataukah anak negeri yang tak terjamah pendidikan dasar? Pada kenyataannya, bangsa ini sekarang tidak mampu menentukan arah pendidikannya. [Tribun Opini]
Komandan Vs Semangat Baru
Monumen Mandala Harusnya di Bulukumba, Bukan di Makassar
Di dalamnya terdapat diorama yang menceritakan proses pembebasan tersebut. Monumen Mandala, setinggi 75 meter, terbagi dalam empat lantai, dimana masing-masing lantai berisi simbol-simbol perjuangan pembebasan Irian Barat dan perjuangan rakyat Sulsel, termasuk zaman Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin.
Bersepeda di Tengah Polusi Kendaraan Aman Bagi Kesehatan
Kesadaran untuk hidup sehat dan menekan konsumsi BBM makin meningkat dengan mulai maraknya kebiasaan bersepeda di kota-kota besar. Pegowes tak perlu khawatir bersepeda di tengah asap polusi kendaraan bermotor. Penelitian menemukan bahwa bersepeda di tengah lalu-lalang kendaraan bermotor tidak membahayakan kondisi kesehatan.
Berbagai penelitian sebelumnya memang menemukan berbagai efek negatif paparan polusi bagi kesehatan, terutama polusi dari knalpot kendaraan bermotor. Namun apabila dibarengi dengan aktifitas fisik yang intensif seperti bersepeda, efek berbahaya polusi bagi kesehatan masih sangat kecil.
Seorang peneliti dari Queensland University of Technology (QUT) ingin melihat dampak paparan dan volume polusi udara serta rute bersepeda terhadap kondisi kesehatan pegowes. Hasil temuannya cukup mengejutkan dan menggembirakan pegowes.
"Kami menemukan bahwa bernafas di udara yang mengandung polusi kendaraan sepanjang jalan selama pagi dan sore hari hanya berdampak kecil bagi kesehatan pengendara sepeda," kata peneliti, Tom Cole-Hunter seperti dilansir The Conversation, Minggu (18/3/2012).
Meskipun dampak polusi terhadap kesehatan pegowes cukup sedikit, Cole-Hunter tetap menyarankan agar pegowes sebaiknya tidak menantang asap polusi. Mencari rute yang lebih sedikit dilewati kendaraan bermotor tentu akan mengurangi jumlah partikel udara kotor yang dihirup.
"Pengendara sepeda yang menderita keluhan asma akan lebih baik jika menyusuri jalan yang kurang padat. Karena partikel emisi kendaraan bermotor bisa berdampak buruk pada sistem pernapasan," kata Cole-Hunter.
Penelitian ini juga menemukan bahwa pesepeda yang memiliki gangguan pernapasan cenderung merasa sesak napas dan mengalami mengi setelah bersepeda di sepanjang jalanan yang padat kendaraan bermotor. Akhirnya, pesepeda ini kemudian mengubah rute perjalanannya atau menggunakan alat bantu pernapasan untuk mengatasi keluhannya.
Pegowes wanita ditemukan lebih mampu mendeteksi peningkatan bau emisi gas buang. Artinya, para wanita ini lebih sensitif terhadap paparan emisi kendaraan bermotor.
Saat ini, berangkat ke tempat kerja atau sekolah dengan bersepeda adalah solusi efektif bagi orang yang ingin terbiasa untuk berolahraga. Apalagi setelah makin padatnya arus lalu lintas yang menyebabkan kemacetan akibat pertumbuhan jumlah penduduk.
Penelitian ini dilakukan selama tiga tahun di Brisbane, Australia dan akan dipresentasikan pada seminar untuk meraih gelar PhD sang peneliti di International Laboratory for Air Quality and Health (ILAQH) di Queensland University of Technology.
Syekh Yusuf Pahlawanku dulu...
Syekh Yusuf lahir di Gowa Sulawesi Selatan pada 1627. Sekembalinya dari ibadah haji pada 1664, dia menjadi orang penting di samping Sultan Ageng Tirtayasa, Banten. Bersama Tirtayasan, dia bahu membahu melakukan perlawanan terhadap Belanda. Saat itu namanya juga sudah terkenal sebagai ulama besar.
Pada episose akhir kekuasaan Tirtayasan, Syekh Yusuf dana pasukannya terdesak, hingga akhirnya harus melakukan perang gerilya. Para pejuang itu harus mundur ke daerah Priangan Timur, termasuk ke wilayah Tasikmalaya selatan. Setelah sebelumnya menyusuri Sungai Ciseel dan Sungai Citanduy, lalu berputar lewat Parigi (Ciamis).
Rute perjalanan perang gerilya Syekh Yusuf di Priangan Timur dengan baik dirinci oleh Abu Hamid dalam disertasi doktornya tentang perjuangan tokoh ini. Menurut Abu Hamid, akhirnya Syekh Yusuf berlindung di sebuah tempat bernama Karang atau Aji Karang di Sukapura. Sukapura adalah nama lain sebelum menjadi Tasikmalaya.
Apa yang disebut Karang oleh Abu Hamid, tidak lain adalah Karangnunggal. Di situ terdapat kompleks Pamijahan dan Gua Safarwadi, tempat Syekh Abduk Muhyi, penyebar Islam di Tasikmalaya, mengajarkan Islam kepada santri-santrinya. Di situlah untuk beberapa waktu Syekh Yusuf berlindung sambil menyusun kekuatan.
Menurut Azyumardi Azra, sumber-sumber Belanda menyebutkan Syekh Yusuf mundur ke Desa Karang dan berhubungan dengan seseorang yang dipanggil “Hadjee Karang”. Tokoh ini tidak lain adalah Abdul Muhyi, murid Syekh Abdul Rauf Singkel, ulama besar dari Aceh penyebar ajaran Tarekat Syatariyah.
Tidak salah kiranya Syekh Yusuf berada di Pamijahan. Karena guru Abdul Muhyi (Abdul Rauf Singkel) adalah kawan seperguruan Yusuf Makasar saat berguru kepada Ibrahim Al-Qurani di Mekah. Pamijahan menjadi saksi bertemuanya dua ulama besar yang sumber ilmunya dari mata air yang sama.
Syekh Yusuf adalah ulama produktif dan menulis ratusan kitab. Dalam salah satu naskah yang ditulisnya di kemudian hari berjudul Syuruti al- ‘Arifi al-Muhaqqiq, dia mengabadikan nama sahabatnya itu dengan kalimat “....untuk sahabatku Haji Abdul Muhyi yang tinggal di Kampung Karang”.
Dengan segala tipu muslihat, Belanda menangkap ulama ini pada 14 Desember 1683. Dia dibawa dari Pamijahan ke Batavia. Karena pengaruh Syekh Yusuf demikian besar, maka penjajah Belanda berusaha keras untuk memadamkan semangat juangnya.
Dia dibuang ke tempat yang jauh agar tidak lagi bisa berhubungan dengan masyarakatnya. Syekh Yusuf dan rombongan diasingkan ke Afrika Selatan, beranak-pinak dan meninggal di sana.
dan kini Nama Syekh Yusuf dijadikan sebagai Nama Rumah Sakit di Sungguminasa,Gowa. . .
Ginjal Eko Cahyono Untuk Perpustakaan
dari Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk para Pustakawan di Seluruh Indonesia. . .
Subhanallah... Demi sebuah perpustakaan, seorang Eko Cahyono yang tidak memiliki pendidikan tinggi sangat peduli terhadap perpustakaan yang ia buat. Sebagai mahasiswa Ilmu Perpustakaan saya malu jika dibandingkan dengan beliau. Semangatnya yang tinggi untuk memberikan fasilitas pendidikan membaca kepada anak-anak putus sekolah di Malang harus kita contoh.Nama dan Cerita. . .

Cerita Singkat Seorang Bugis Makassar. . .
Makassar and Karya Rolf de Mare
Sebelum kita melihat Budaya Bugis Makassar di tahun 1938 itu, bagus kiranya kita mengenal lebih dekat dengan Rolf de Mare terlebih dahulu.




















Kodak Tempo Doloe. . .
Sedih dan Terluka Tanpa Bekas
menetes prlahan air mataq melihat semua fotomu waktu qta bersama, sejujurnya tak ku ingatkan lagi smuanya tlah terlanjur terbuka syang jangan pernah kau lupakn aku kenangan kita tebuai yg indah meski enkau telah dapat pngantiq masa lalu kita tetaplah ada.. . .
kau tak mungkin kudptkn lg krna kau tlah memilih dia yg jdi pngantq jika kau ingin mengigatkan aq lihat hpmu knagn kau saja bkan maksudq melupknmu tpi tk ingin saja kau bnci pdq.. . .
menets prlahn air mataq melihat smua fotomu dan fotoq. . .
sumber : "Kutipan dari seorang teman yang disakiti oleh Cewek"
Penerimaan Calon Mahasiswa Baru 2012 UIN Alauddin Makassar
A. Fakultas Syariah dan Hukum
- Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan
- Hukum Pidana dan Ketatanegaraan
- Ekonomi Islam
- Perbandingan Hukum
- Manajemen
- Ilmu Hukum
- Akuntansi
- Ekonomi Pembangunan
- Pendidikan Agama Islam
- Pendidikan Bahasa Arab
- Manajemen Pendidikan Islam
- Pendidikan Bahasa Inggris
- Pendidikan Matematika
- Pendidikan Biologi
- Pendidikan Fisika
- Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
- Filsafat Agama
- Ilmu Aqidah
- Sosiologi Agama
- Perbandingan Agama
- Ilmu Hadist
- Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
- Ilmu Politik
- Bahasa dan Sastra Arab
- Sejarah dan Kebudayaan Islam
- Bahasa dan Sastra Inggris
- Ilmu Perpustakaan
- Komunikasi dan Penyiaran Islam
- Bimbingan Penyuluhan Islam
- Pengembangan Masyarakat Islam
- Kesejahteraan Sosial
- Manajemen Dakwah
- Jurnalistik
- Ilmu Komunikasi
- Teknik Arsitektur
- Teknik Informatika
- Teknik Perencanaan wilayah dan kota
- Fisika
- Biologi
- Kimia
- Matematika
- Ilmu Peternakan
- Sistem Informasi (jalur UMM)
- Kesehatan Masyarakat
- Keperawatan
- Farmasi
- Kebidanan (D3) (jalur UMM)
JALUR, WAKTU DAN PENDAFTARAN
A. Jalur PMJK
| 1. | Pendaftaran | : 1 Februari s.d. 30 Maret 2012 |
| 2. | Pembayaran | : 1 Februari s.d. 30 Maret 2012 (BNI Rek. 0083187854) |
| 3. | Pengumuman | : 18 Mei 2012 |
B. Jalur SNMPTN Undangan
| 1. | Pendaftaran | : 1 Februari s.d. 8 Maret 2012. Pkl 23.00 wita. |
| 2. | Pembayaran Pendaftaran | : Bank Mandiri |
| 3. | Seleksi | : 9 Maret s.d. 15 Mei 2012. |
| 4. | Pengumuman | : 25 Mei 2012 Pkl 19.00. |
C. Jalur SNMPTN Ujian Tulis
| 1. | Pendaftaran | : 10 Mei s.d 31 Mei 2012. |
| 2. | Pembayaran Pendaftaran | : Bank Mandiri |
| 3. | Seleksi | : 12 s.d. 13 Juni 2012. |
| 4. | Pengumuman | : 7 Juli 2012. |
D. Jalur SPMB-PTAIN
| 1. | Pendaftaran | : 1 Mei s.d. 15 Juni 2012. |
| 2. | Pembayaran Pendaftaran | : Bank Mandiri. |
| 3. | Seleksi | : 19 Juni 2012. |
| 4. | Pengumuman | : 13 Juli 2012. |
E. Jalur UMB-PT
| 1. | Pendaftaran Online | : 04 Juni - 13 Juli 2012 |
| 2. | Pembayaran di Bank | : 04 Juni - 13 Juli 2012 |
| 3. | Ujian | : 22 Juli 2012 |
| 4. | Pengumuman Hasil Ujian | : 31 Juli 2012 |
F. Jalur UMM (Ujian Masuk Mandiri)
| 1. | Pendaftaran | : 20 Juni s.d. 31 Juli 2012 |
| 2. | Pembayaran pada Bank | : 20 Juni s.d. 31 Juli 2012 (BNI Rek. 0083187854) |
| 3. | Seleksi | : 8 s.d. 9 Agustus 2012. |
| 4. | Pengumuman | : 16 Agustus 2012. |
| 4. | Pendaftaran Ulang | : 27 s.d. 31 Agustus 201 |
G. Jalur UMK (Ujian Masuk Khusus)
| 1. | Pendaftaran | : 30 Juli s.d. 9 Agustus 2012. |
| 2. | Pembayaran Pendaftaran | : 29 Juli s.d. 9 Agustus 2012 (BNI Rek. 0083187854) |
| 3. | Seleksi | : 14 Agustus 2012. |
| 4. | Pengumuman | : 16 Agustus 2012 |
| H. | Calon Mahasiswa Baru yang dinyatakan lulus dari semua jalur masuk UIN Alauddin Makassar akan mengikuti placemen test baca tulis Al-Qur’an (BTQ) |
BIAYA PENDAFTARAN
| 1. Jalur PMJK | : Rp. 225.000,- |
| 2. Jalur SNMPTN a. Undangan b. Ujian Tulis b.1. IPA/IPS b.2. IPC | : Rp. 175.000,- : Rp. 150.000,- : Rp. 175.000,- |
| 3. Jalur PMB-PTAIN | : Rp. 150.000,- |
| 4. Jalur UMB-PT | : Menyesuaikan |
| 5. Jalur UMM(Ujian Masuk Mandiri) | : Rp. 225.000,- |
| 6. Jalur UMK (Ujian Masuk Khusus) | : Rp. 225.000,- |
PERSYARATAN
Persyaratan Peserta Ujian masuk UIN Alauddin Makassar (semua jalur):
- Tamatan SMA/SMK/MA/MAK. Pondok Pesantren, SMTA Luar Negeri, Ujian persamaan dsb tahun berjalan atau paling lama kelulusan 3 (tiga) tahun terakhir, tahun 2012, 2011, dan 2010.
- Mempunyai kesehatan fisik tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihan (contoh: prodi yang belajarnya diperlukan membedakan warna dan tidak boleh buta warna).
- Tinggi badan rata-rata, laki-laki 155 cm dan perempuan 150 cm, bagi yang memilih prodi keperawatan dan kebidanan.
Dowonload http://www.uin-alauddin.ac.id/files/brosur.zip
Menelusuri Sejarah Benteng Somba Opu
Sejarah ini berawal dari persekutuan kerajaan kembar Gowa-Tallo, berbasis pada keinginan Kerajaan Gowa untuk mengubah orientasi kehidupan kerajaannya dari agraria ke dunia maritim pada periode pemerintahan Raja Gowa IX, Tumapa'risi' Kallonna Daeng Matanre Karaeng Manguntungi (1510-1546). Kebijakan itu dilaksanakan mengingat semakin banyak arus migran pedagang Melayu ke kawasan ini setelah Malaka diduduki oleh Portugis pada 1511. ''Setelah melakukan persekutuan dua kerajaan itu, yang secara kesejarahan diperintah oleh raja dari keturunan yang sama, Kerajaan Kembar itu melaksanakan perluasan kekuasaan dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan pesisir dan memaksa mereka untuk melakukan perdagangan dengan bandar niaga Tallo dan Sombaopu,'' tutur sejarawan dari Unhas, Edward L Poelinggomang.
Kemudian, Raja Gowa ke-10, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565), yang menjadi pelanjut Raja Gowa ke-9, memandang kebijakan itu kurang memberikan peluang bagi kemajuan bandar niaga kerajaan kembar Gowa-Tallo. Ia kemudian merancang penaklukan kerajaan-kerajaan pesisir dan kerajaan-kerajaan yang memiliki potensi ekonomi dengan kebijakan baru, yaitu memaksa kerajaan-kerajaan taklukan untuk tunduk dan patuh kepada Raja Gowa X, serta mengangkut orang dan barang dari negeri taklukan, khususnya yang bergiat dalam dunia perdagangan maritim ke bandar Kerajaan Gowa-Tallo. Akibat kebijakan itu, bandar-bandar niaga yang berada di pesisir jazirah selatan menjadi sirna, dan hanya ada dua bandar niaga, yakni bandar niaga Tallo dan bandar niaga Sombaopu. Kedua bandar niaga itu secara fisik seolah-olah sudah menyatu dan membentang dari muara Sungai Bira (Sungai Tallo) hingga muara Sungai Jeneberang yang dipenuhi oleh para pedagang dari berbagai bandar niaga yang sebelumnya disebut Makassar.
Itulah yang kemudian mendasari para pedagang menyebut bandar niaga Tallo dan Sombaopu dengan sebutan Bandar Makassar, dan tidak menyebut Tallo Makassar atau Sombaopu Makassar.
Kerajaan kembar Gowa-Tallo juga kemudian disebut dengan nama Kerajaan Makassar, di mana Raja Gowa diangkat menjadi Raja, sedangkan Raja Tallo menjadi Mangkubumi atau Kepala Pemerintahan Kerajaan. Bandar Makassar kemudian berkembang dan menjadi pusat kegiatan bagi para pelaut dan pedagang, termasuk pelaut dan pedagang dari Portugis pada 1532, Belanda (VOC) pada 1603, Inggris pada 1613, Spanyol pada 1615, Denmark pada 1618, dan China pada 1618. ''Berkumpulnya para pedagang di bandar Makassar, berhasil meningkatkan kegiatan perdagangan di kota pelabuhan itu,'' urai Edward. Untuk melindungi kegiatan perdagangan di kota pelabuhan itu, pemerintah Kerajaan Makassar membangun sejumlah benteng pertahanan sepanjang pesisir dari yang paling utara Benteng Tallo hingga yang paling selatan Benteng Barombong. Selain benteng, sepanjang wilayah pesisir kota juga dibangun tembok yang di depannya berjejer perahu dan kapal dagang dari berbagai kerajaan di Asia Tenggara, China, dan dari Eropa, sedangkan di balik tembok juga berlangsung kegiatan perdagangan, baik di pasar tradisional, maupun di rumah-rumah dagang Ilmuwan Inggris, William Wallace, menyatakan, Benteng Somba Opu adalah benteng terkuat yang pernah dibangun orang nusantara. Benteng ini adalah saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya.
Ketinggian dinding benteng yang terlihat saat ini adalah 2 meter. Tetapi dulu, tinggi dinding sebenarnya adalah antara 7-8 meter dengan ketebalan 12 kaki atau 3,6 meter. Benteng Somba Opu sekarang ini berada di dalam kompleks Miniatur Budaya Sulawesi Selatan. Wisatawan dapat menikmati bentuk-bentuk rumah tradisional Sulawesi Selatan seperti rumah tradisional Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar tak jauh dari benteng. Kini, Benteng Somba Opu berupa reruntuhan. Benteng yang dulu kokoh dan gagah hanya tinggal kenangan. Sebagai gantinya, dibangun saukang yang digunakan untuk tempat berdoa dan pemujaan bagi masyarakat setempat. Biasanya, tiap warga yang datang memberi sesaji seperti, nasi putih, nasi merah, atau nasi kuning, ayam bakar, dan bunga. Setelah berdoa, warga menghabiskan sesaji itu bersama keluarga. Benteng Somba Opu terletak di Jl Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar enam kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar.
"Nusantara mempunyai berbagai macam suku yang memiliki beragam kebudayaan yang sangat menarik untuk dikaji".
Budaya OPPO
Tau kah KAMU!!! BAHAYA MEROKOK
Sekedar mengigatkan para Pecinta ROKOK
A. DAMPAK PARU-PARU
dan tau kah kamu bahwa PENYAKIT JANTUNG KORONER & PENYAKIT (STROKE) termasuk juga penyakit yang diakibatkan oleh ROKOK !!!
Dan yang lbh pntng juga untuk Perokok Aktif
adalah ;
1. Impotensi
"Jadi Berpikirlah Untuk Keselamatan Anda"













